Tampilkan postingan dengan label Pengolahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengolahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2009

PATIN ASAP

Ikan patin yang banyak dibudidayakan saat ini dikenal dengan nama latin Pangasius sutchi. Ikan ini merupakan salah satu hasil perikanan perairan umum yang besar potensinya untuk dikembangkan.


Secara tradisional ikan patin telah diolah menjadi produk asap. Data dari Dinas Perikanan Propinsi Sumatera Selatan tahun 1998 menyebutkan bahwa dari total produksi 3.054.3 ton ikan patin, telah dihasilkan sebanyak 506.9 ton ikan asap. Dengan perkiraan rendemen sebesar 40%, maka dari jumlah total produksi ikan patin, sebagian besar (45.9%) terserap untuk produksi ikan asap.

PENANGANAN DAN CARA MEMATIKAN IKAN
Pada pengolahan semua produk perikanan termasuk pembuatan bakso dan sosis, bahan mentah harus betul-betul segar agar diperoleh produk akhir yang bermutu tinggi. Untuk merperoleh bahan baku yang bermutu tinggi , penanganan ikan basah harus dimulai segara setelah ikan diangkat dari air tempat hidupnya dengan perlakuan suhu rendah. Ikan yang masih hidup dimatikan dengan merendamnya dalam air es/dingin selama 10 menit.
Ikan harus disiangi sesegara mungkin setelah ikan mati karena apabila sekali darahnya mulai beku, maka daging akan mengalami diskolorasi (perubahan warna) sehingga akan mempengaruhi.

PENYIANGAN DAN PREPARASI
pada pembuatan ikan patin asap, selain mutu kesegarannya hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah keseragaman ukuran. Hal ini dimaksudkan agar pada proses pengasapan berlangsung pada waktu dan pola yang sama. Penyiangan ikan patin yang akan digunakan sebagai bahan baku ikan asap dilakukan dengan cara membuang isi perutnya saja tanpa membuang kepalanya. Untuk ukuran ikan yang kecil tidak dilakukan pembelahan, tetapi bila ukurannya cukup besar maka dilakukan pembelahaan. Pembelahan ini dapat dilakukan melalui bagian ekor ke arah punggung, sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah penyiangan segera dilakukan pencucian, untuk menghilangkan kotoran dan darah.Ikan patin yang bersih yang sudah dibelah ini merupakan bahan baku yang siap di asap.
PROSES PEMBUATAN IKAN ASAP
Pada pengolahan ikan asap, selain ikan sebagai bahan baku, hanya diperlukan larutan garam 2.5%, sabut serta tempurung kelapa. Sedangkan peralatan yang dipergunakan antara lain pisau, pan atau baskom, tali, lidi, rak serta rumah pengasap.
Tahapan proses pengasapan ikan patin
1. Perendaman dengan larutan garam 2,5%.
Ikan bersih yang telah dibelah ditiriskan terlebih dahulu selanjutnya ikan dimasukan ke dalam larutan garam sambil sesekali diaduk dan dibiarkan terendam dalam larutan tersebut selama 30 menit. Proses perendaman ini bertujuan untuk mencuci noda-noda darah yang mengotori permukaan daging ikan. Setelah perendaman ini ikan diangkat dan dicuci kembali.
2. Penyusunan ikan pada rak pengasap
Sebelum dimasukan ke dalam rumah pengasap, ikan patin diikat pada bagian ekornya dengan menggunakan tali. Untuk mencegah terlipatnya belahan ikan selama pengasapan, pada bagian rongga perut diletakkan lidi secara melintang.
3. Pengasapan
Setelah almari asap disiapkan dengan membakar sabut dan tempurung kelapa dan dihasilkan asap yang tebal, ikan yang tergantung pada rak pengasap dimasukan kedalam almari pengasap. Lama proses pengasapan tergantung ukuran ikan. Untuk ikan patin dengan ukuran 4-5 ekor/kg dibutuhkan waktu 10 jam proses pengasapan. Proses pengasapan ini, dilakukan dengan mengikuti tahapan-tahapan sebagai
• Tahap pertama, ikan patin diasap dengan suhu yang diatur antara 35-55o C dengan intensitas asap cukup tebal. Tahap ini berlangsung selama 2 jam.
• Tahap kedua, suhu dinaikan antara 55-75oC dengan intensitas asap tebal. Pada tahap ini pengasapan berlangsung selama 8 jam dan setiap 2 jam dilakukan penggeseran letak rak. Rak paling atas turun keposisi paling bawah, rak nomer dua naik keposisi paling atas dan seterusnya.
• Tahap ketiga, nyala api diperbesar sehingga suhu naik dan diatur sekitar 75-90oC, dengan intensitas asap tipis. Tahap ini berlangsung selama 2 jam. Setelah tahap ini berakhir maka bara api yang ada dalam tungku dikeluarkan dan dibiarkan hingga dingin.
Pada akhir proses pengasapan ini ikan patin asap terlihat berwarna coklat keemasan, berbau asap tajam dan cukup kering dengan tekstur yang padat.Ikan asap dengan spesipikasi di atas siap untuk disajikan.
4. Penyajian
Pada umumnya, ikan asap disajikan dalam bentuk masakan seperti mangut, oseng dsb. Meskipun demikian asap juga dapat dinikmati langsung dengan dilengkapi sambal.

Sumber : Pusat Riset Pengolahan Produk Dan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan

Baca Selengkapnya......

Wadah Pengangkut Ikan yang Praktis

Pelaku bisnis perikanan seringkali mengalami masalah dalam transportasi hasil laut segar (fresh chilecd). Masalah utamanya adalah besarnya biaya dan ketidaknyamanan wadah konvensioanl dan es, seperti melelehnya es dibelakang truk pengangkut serta biaya transportasi wadah-wadah kosong yang kaku sewaktu kembali ke tempat asal.


Di Australia, dilaksanakan sebuah riset bersama oleh pemerintah, gabungan industri perikanan, perusahaan seafood serta Slid Chemie Performance Packaging perusahaan pengemasan yang menspesialisasikan pada sistem pengemasan dengan pengontrolan kelembaban.
Tujuan riset adalah menghasilkan wadah yang cukup kuat, protektif, efisien dan mampu mempertahankan mutu isi barang/produk seafood didalamnya. Wadah tersebut diharapkan juga tahan lama dan dapat digunakan beberapakali.
Setelah melalui berbagai percobaan, akhirnya dihasilkan sebuah box/kotak pengangkut dari karton yang kuat ulet (resilient), dilengkapi dengan pengatur suhu dan harganya relatif murah. Ketika tidak digunakan box/kotak tersebut disimpan dalam bentuk lembaran dan dapat disusun kembali dalam waktu singkat tanpa menggunakan selotep atau stapler. Box tersebut dilengkapi dengan sebuah plastik yang biodegradable dan box langsung siap untuk digunakan.
Box tersebut mampu mengangkut 30-40 kg seafood dan box tersebut dapat disusun secara rapi dan efisien dalam pemakaian ruang. Ukuran box tersebut juga cocok untuk kontainer pesawat udara. Gel pack digunakan sebagai pengatur temperatur menggantikan es sehingga lebih hemat tempat.


Sumber : Warta Pasar Ikan

Baca Selengkapnya......

IKAN PINDANG

Ikan pindang adalah ikan awetan dengan kadar garam rendah. Pengolahannya secara tradisional merupakan gabungan dari penggaraman dan perebusan sehingga memberikan rasa yang khas. Jenis ikan yang biasa dibuat pindang, antara lian : ikan bandeng, tongkol, cangkal, lemuru , kumbuy, dan selar.


BAHAN
a. Ikan layang atau bandeng 10 kg
b. Garam 2 kg

ALAT
a. Periuk
b. Jerami atau daun pisang kering yang bersih
c. Pemberat
d. Kantong plastik atau daun jati.

CARA PEMBUATAN
a. Siangi ikan dan cuci;
b. Lapisi dasar periuk dengan merang atau daun kering lalu taburi garam
secukupnya;
c. Susun ikan ke dalam periuk yang diselang-seling dengan garam. Lapisan teratas
ditutup dengan garam sampai kira-kira 2 ½ cm di bawah bibir periuk;
d. Isi air sampai ikan terendam, tutup, dan beri pemberat;
e. Rebus selama 1-2 jam (apabila daging dekat ekor dan kelapa sudah retak-retak
berarti sudah masak)
f. Keluarkan air sisa perebusan sampai habis, taburkan sisa garam pada lapisan teratas;
g. Panaskan di atas api kecil sampai airnya benar-benar habis (30 menit);
h. Dinginkan kemudian tutup dengan lembaran plastik atau daun jati dan ikat leher
periuk.

DIAGRAM ALIR PEMBUATAN IKAN PINDANG BAWEAN


Tabel Komposisi Pindang

KOMPONEN KADAR (%)
Kalori 176,00 kal
Protein 27,00
Lemak 3,00
Mineral 0,26
Vitamin B 0,07 mg
Air 60,00

Catatan:
a. Tidak semua jenis ikan dapat diolah menjadi ikan pindang.
b. Nilai gizi terutama protein, lemak, dan mineralnya lebih baik daripada ikan
awetan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Pindang Ikan dan Pengolahan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pembangunan Desa, Departemen Dalam Negeri, s.a.
Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi
Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI
bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.


Baca Selengkapnya......

EBI

Ebi merupakan salah satu bentuk awetan udang yang diolah dengan cara perembesan dan penjemuran. Ebi digunakan untuk penyedap rasa dalam masakan sayuran, misalnya sambel goreng, asinan, dan sebagainya, serta dapat disimpan sampai berbulan-bulan.


BAHAN
Udang secukupnya
ALAT
a. Panci
b. Kompor (tungku)
c. Saringan
d. Tampah (nyiru)
e. Karung
f. Kantong plastik
CARA PEMBUATAN
a. Bersihkan udang segar dan rebus dalam panci selama 30 menit;
b. Angkat dan tiriskan, selanjutnya jemur sampai kering;
c. Pisahkan kulit dari dagingnya dengan cara memasukkan udang kering ke dalam karung
lalu tumbuk pelan-pelan;
d. Tampi dan pisahkan antara kulit dan daging kemudian tempatkan ke dalam plastik.

DIAGRAM ALIR PEMBUATAN EBI

DAFTAR PUSTAKA
Teknologi Desa. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengembangan dan Perluasan Kerja, 1983. Seri Pengolahan Pangan.Hal. 12-13.

Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.

Baca Selengkapnya......

ABON IKAN

Abon ikan adalah jenis makanan awetan yang terbuat dari ikan laut yang diberi bumbu, deiolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai daya awet yang relatif lama.


BAHAN
1. Ikan tongkol (cakalang, tenggiri, bawal, cucut) 10 kg
2. Bawang merah 1 ½ ons (20 butir)
3. Bawang putih 1 ons (12 siung)
4. Ketumbar 10 gram (3 sdk makan)
5. Irisan lengkuas 3 iris (tebal 5 mm)
6. Daun salam 10 lembar
7. Sereh 3 tangkai
8. Gula pasir 700 gram
9. Asam jawa 6 mata
10. Santan kental 10 gelas (10 butir kelapa)

ALAT
a. Pisau
b. Alat perajang (talenan)
c. Ember plastik
d. Keranjang plastik
e. Panci
f. Baskom
g. Alat penghancur bumbu (cobek)
h. Penggorengan (wajan)
i. Parutan
j. Garpu
k. Kantong plastik
l. Kain blacu
m. Alat tekan (pres)

CARA PEMBUATAN
a. Pilih ikan segar, buang kepala, ekor, kulit, dan isi perutnya, kemudian cuci;
b. Potong ikan kira-kira tebal 1 cm, panjang 10 cm, dan lebar 6 cm, kemudian cuci
c. Rebus atau kukus sampai matang lalu dinginkan. Supaya ikan menjadi kering masukkan ke dalam kain blacu dan tekan dengan alat tekan (pers);
d. Pisahkan dari tulang dan durinya lalu cabik-cabik dengan garpu, kemudian tumbuk pelan-pelan sehingga merupakan serat halus;
e. Haluskan bumbu lalu tumis dalam penggorengan, kemudian masukkan santan kental. Tambahkan lengkuas, asam, gula, daun salam, dan sereh;
f. Panaskan terus hingga mendidih sambil diaduk-aduk, sampai santan tinggal setengah;
g. Masukkan serat-serat daging ikan sedikit demi sedikit ke dalam santan sambil diaduk terus sampai kering. Penggorengan selesai apabila abon sudah benar-benar kering, diraba sudah kemersik, dan berwarna coklat. (Apabila masih banyak minyak, tekan dengan alat tekan dan tampung minyaknya);
h. Tiriskan dan dinginkan, kemudian masukkan ke dalam kantong plastik.

DIAGRAM ALIR PEMBUATAN ABON IKAN

Catatan: Dapat ditambahkan bawang merah goreng pada abon yang telah siap.

DAFTAR PUSTAKA
a. Abon tongkol. Jakarta : Balai Penelitian Teknologi Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, s.a. (pamplet)
b. Abon udang Dalam : Seri Teknologi Pangan VI. Jakarta : Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1984. Hal. 25 - 36.
c. Pembuatan abon. Jakarta : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian, Departemen Perindustrian, 1982. Hal. 1-4.
d. Saraswati. Sambelingkung (Abon ikan). Jakarta : Bhratara, 1985. Hal. 1-5.

Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.

Baca Selengkapnya......

DENDENG IKAN

Dendeng ikan adalah jenis makanan awetan yang dibuat dengan cara pengeringan dengan menambah garam, gula, dan bahan lain untuk memperoleh rasa yang diinginkan.


BAHAN
a. Ikan tamban sisik (lemuru, cucut) 20 kg
b. Gula merah 2 kg
c. Ketumbar 2 ons
d. Garam 1 kg
e. Bawang merah ½ ons
f. Bawang putih 2 ons
g. Asam jawa 7 mata
h. Lengkuas (laos) secukupnya

ALAT
a. Pisau
b. Alas perajang (talenan)
c. Keranjang peniris (ayakan bambu)
d. Penghancur bumbu (cobek)
e. Ember
f. Baskom
g. Panci
h. Saringan halus
i. Tampah (nyiru)

CARA PEMBUATAN
a. Bersihkan ikan, buang kepala dan isi perutnya;
b. Belah dan buang tulangnya lalu cuci. Untuk ikan yang lebih besar dan tebal iris dengan ukuran panjang 7 cm, tebal ½ cm, dan lebar 5 cm;
c. Masukkan garam ke dalam 3 liter air kemudian rendam ikan selama 5 jam;
d. Masak 8 liter air sampai mendidih, masukkan semua bumbu yang telah dihaluskan kemudian aduk-aduk sampai rata;
e. Saring supaya ampas ketumbar terpisah, kemudian dinginkan;
f. Masukkan ikan yang sudah digarami tadi ke dalam larutan bumbu. Rendam selama 10 jam;
g. Tiriskan, kemudian jemur di atas nyiru atau tampah;
h. Balik-balik ikan tiap 4 jam sekali supaya pengeringan rata;
i. Sebelum dihidangkan, goreng dendeng terlebih dahulu (½ menit) dalam minyak panas.

DIAGRAM ALIR PEMBUATAN DENDENG IKAN

DAFTAR PUSTAKA
a. Berbagai cara pengolahan dan pengawetan ikan. Yogyakarta : Proyek Pengembangan Penyuluhan Pertanian Pusat Departement Pertanian, 1987. Hal. 35
b. Pengolahan ikan. Subang : Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Puslitbang Fisika Terapan-LIPI, 1990. Hal. 26-34.
c. Teknologi desa. Jakarta : Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kerja,1983. Seri PengolahanPangan. Hal. 14-16.

Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.,

Baca Selengkapnya......